Manajemen Kemitraan Penerbitan Jurnal Ilmiah
Gali keahlian masing-masing, tekuni secara berkelanjutan, dan fokuskan pada satu bidang saja hingga memiliki keahlian khusus. Ini disebut kompetensi inti, dan nilainya sangat tinggi di dunia akademik.
Terakreditasi-tidaknya suatu jurnal ilmiah sangat tergantung pada kualitas, kuantitas, penampilan dan konsitensinya. Manajemen jurnal memiliki peranan sangat penting. Untuk mencapai terakreditasi Baik (B), atau Sangat Baik (A) pengelola jurnal harus memperhatikan aspek organisasi, penampilan, dan kualitas jurnal, serta konsistensinya.
Kualitas jurnal yang unggul dibentuk oleh 8 aspek, yaitu penamaan berkala, kelembagaan penerbit, penyutingan, penampilan, gaya penulisan, substansi isi, keberkalaan, kewajiban pascaterbit.
Penamaan berkala harus sangat spesifik mencerminkan super spesialisasi atau spesialisasi disiplin ilmu.
Kelembagaan terbaik adalah organisasi profesi ilmiah, dan yang kedua adalah organisasi profesi ilmiah yang bekerjasama dengan lembaga.
Dalam keterlibatan mitra bestari, nilai yang tertinggi adalah memimiliki mitra bestari tingkat internasional.
Manajemen kemitraan (networking) antara pengelola jurnal dengan penyuting dan calon penulis sangat penting untuk memastikan keberlanjutan penerbitan jurnal ilmiah dan akreditasi jurnal.
Buat nama jurnal yang sangat spesifik, yang langsung menggoda.
Editor in chief akan menjadi mitra dari editor boards, dan editor in chief juga akan duduk di editor boards.
Suatu jurnal ilmiah yang berkualitas harus memiliki Editor Boards (penyuting), yaitu para ahli dari kalangan luas yang berkompeten di bidangnya masing-masing.
Kompetensi anggota penyuting/mitra bertari diukur dari kepakaran, keseringan karya/opininya dikutip di kalangan luas, keterlibatan dalam forum-forum ilmiah nasional dan internasional, dan pengakuan ilmiah dari institusi berbobot. Editor boards bertugas melakukan penelaahan dan penilaian (review) atas kelayakan dan kepatutan artikel sebelum diputuskan untuk dimuat/ditolak.
Para penyuting (internal dan ekternal) terdiri dari perorangan yang punya kualifikasi, spesifikasi, dan pengalaman serta memiliki waktu untuk, kemauan, dan komitmen untuk terlibat aktif dalam penelaahan artikel.
Keterlibatan aktif mitra bestari, penelaan tamu, dan anggota sidang penyuting berkala bisa diukur dari mutu isi jurnal berkala, baik substansi keilmuan, metodologi, teknis penulisan, dan kebahasaan.
Kebahasaan sangat penting, artinya tata bahasa yang digunakan harus merupakan tatabahasa yang baik dan benar. Betapapun baik suatu gagasan, tetapi jika dalam kebahasaan buruk, suatu karya tulis bisa menjadi tidak layak untuk diterbitkan.
Jurnal akan survive atau tidak sangat tergantung pada pelanggan. Jurnal yang berkualitas, dan diterbitkan secara berkala, akan diminati oleh pembaca. Sangat penting bahwa 1 atau 2 artikel ditulis oleh penulis yang berbobot, dan diberi penghargaan atas hasil karyanya.
Kompetensi seseorang tidak hanya dilihat dari gelarnya, tetapi juga dari hasil karyanya.
Dalam jurnal ilmiah, pakar yang dicari bukan pakar yang terkenal secara public, tapi seseorang yang memiliki spesialisasi di bidangnya. Untuk menentukan seseorang itu pakar atau bukan, harus dilakukan penelitian terhadap orang tersebut. Kepakaran merupakan sesuatu yang dibangun secara berkelanjutan.
Kunci sukses dalam menerbitkan jurnal ilmiah terletak pada pengelolanya. Yang paling utama adalah managing editor, yaitu seseorang yang cekatan, dan mampu membangun jaringan dengan penulis. Semakin luwes seseorang maka akan mudah bagi seseorang untuk mudah mendapatkan patner dalam penerbitan jurnal ilmiah. Siapa pun yang ditunjuk untuk mengelola jurnal, haruslah orang yang mampu berkomunikasi dengan baik.
Isi (RSS)