Custom Search

Beberapa Kelemahan Dalam Penerbitan Jurnal Ilmiah

Nama berkala ilmiah kurang mencerminkan cakupan bidang ilmunya. Nama bersifat umum, tidak spesifik, dan tidak sesuai spesifikasi bidang ilmu. (Contoh : Mimbar, Khasanah, Reaktor, Perspektif).

Nama dengan bidang keilmuan yang terlalu luas (Forum Pendidikan, Humaniora).

Nama lembaga yang terlalu ditonjolkan (Kedokteran Unissula).

Pranata penerbit masih belum tegas, merupakan satu satuan yang memungkinkan kemandirian. Penerbit umumnya berdasarkan SK Rektor, SK Dekan, atau Ketua Jurusan).

Sebaiknya terbitan berkala dikelola oleh kelompok profesional yang spesifik (Himpunan Profesi Ikatan Dokter Indonesia, Ikantan Akuntan Indonesia, Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia).

Pelibatan mitra bestari masih belum sepenuhnya dilaksanakan, reviewer kebanyakan masih dari kalangan sendiri.

Makna pelaksana penyutingan masih belum dipahami, umumnya kemampuan menyuting juga sangat rendah.

Pembagian tugas yang tidak baik karena sistem organisasi yang lemah.

Tidak adanya standar dalam tampilan penerbitan.

Variasi tebal tipis yang tidak konsisten.

Variasi jumlah halaman yang tidak konsisten.

Perubahan warna, desain, dan sampul sebaiknya dilakukan pada volume baru.

Tidak mentaati sistematika penulisan.

Tidak ada abstrak dan kata kunci.

Penyajian instrumen dan peletakan gambar kurang baik.

Cara melakukan pengutipan tidak baku.

Penyusunan bahan pustaka tidak mentaati aturan.

Pencantuman nama penulis masih menggunakan gelar, dan nama penulis tercantum tanpa alamat lembaga.

Petunjuk bagi penulis yang tidak lengkap dan tidak jelas.

Tidak memberikan contoh cetak secara berkala.

Tidak jelas bidang ilmu yang hendak ditonjolkan.

Banyak yang menerbitkan artikel yang bukan hasil penelitian, tetapi hanya hasil ulasan, bahkan bahan pengajaran.

Sumber acuan primer dan kemuktahiran kepustakaan yang tidak akurat.

Jadwal penerbitan yang tidak dicantumkan.

Tata cara penomoran terbitan berkala yang tidak baku.

Tidak mencantumkan index dalam satu volume yang sama.

Tulisan banyak yang kurang bahkan tidak bermutu.

Cetak lepas atau reprint masih belum dipenuhi.

Ketaatan untuk memenuhi wajib simpan pada PDII -LIPI hanya dinilai berdasarkan kepercayaan saja.

Memberi Balasan

Anda harus ter-login untuk memposting sebuah komentar. Login »